8 August 2018 Michael Wu Gunawan

Saatnya Beralih Menggunakan Ruang Kantor Fleksibel di Indonesia

Read in English

Beltway business lounge__

Regus, Jakarta

Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk mendukung iklim usaha dengan menderegulasi ekonomi dan mengalokasikan sumber daya untuk pembangunan infrastruktur seperiti MRT dan LRT. Hal ini dilakukan untuk mendorong investasi lokal dan asing di Indonesia. Rodrigo A. Chaves, Direktur Negara untuk World Bank Indonesia mengatakan bahwa kebijakan ekonomi makro yang baik menjadi faktor yang sangat membantu dalam pertumbuhan investasi yang mencapai tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sekitar 20 upaya reformasi telah dilakukan sejak tahun 2014 untuk mendukung keterbukaan dan persaingan, beberapa kemajuan yang terlihat adalah: penurunan biaya untuk memulai suatu bisnis, peningkatan akses kredit, kemudahan bertransaksi antar perbatasan, dan sistem pajak yang lebih baik.

Seperti yang kita ketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai komitmen untuk reformasi struktural, namun pada faktanya keadaan ekonomi di Indonesia masih kurang baik berdasarkan dari pertumbuhan PDB yang tersendat di garis 5 persen dalam 4 tahun terakhir, dibawah ekspektasi yang di janjikan yaitu 7 persen. Mengapa? Jawabannya adalah karena waktu. Diperlukan waktu yang tidak singkat dalam mewujudkan hasil dari program reformasi struktural, ajang pemilihan Presiden yang akan berlangsung pada April 2019 akan menjadi momen yang sangat penting untuk para pengusaha.

Dengan demikian, apa keterkaitannya dengan mengunakan ruang kerja jangka pendek yang fleksibel untuk bisnis Anda di Indonesia? Baca lebih lanjut untuk mencari tahu.

Fleksibilitas Lingkungan Bisnis dalam kondisi ketidak pastian 

Joko Widodo

Joko Widodo di Pilpres 2014

Dampak dari kebijakan dan investasi dalam infrastruktur selama 5 tahun terakhir kemungkinan besar akan dirasakan dalam 5 tahun ke depan (2019 - 2024), asalkan semua bejalan sesuai rencana. Jokowi mempunyai harapan untuk memenangkan pemilu Presiden pada tahun 2019 nanti agar bisa menyelesaikan proyek-proyek yang sudah dimulainya. Apabila Jokowi tidak terpilih lagi sebagai presiden, para pengusaha dan investor perlu mengevaluasi ulang dan beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis, karena perubahan dalam kepemimpinan pasti akan mempengaruhi perpajakan, kebijakan penanaman modal asing, dan agenda Nasional Indonesia untuk 5 tahun kedepan nya. Mulai sekarang hingga pemilu Presiden 2019, Indonesia akan melewati periode peningkatan risiko politik, kelemahan institusi, dan gejolak pasar - hal ini bisa menyebabkan kondisi ketidakpastian. Pemilik bisnis dan investor harus siaga dan dengan hati-hati memantau situasi sambil menunggu hasil pemilihan untuk membuat langkah besar berikutnya.

Kondisi ketidakpastian ekonomi dan politik adalah beberapa masalah yang paling menantang yang dihadapi oleh pebisnis, terutama untuk UKM. Dalam kondisi yang tidak pasti, fleksibilitas adalah kunci dan para pebisnis akan berusaha untuk menciptakan fleksibilitas dengan tujuan mengurangi risiko. Fleksibilitas dapat hadir di berbagai bentuk, pilihan tempat kerja yang agile juga termasuk. "Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, serviced office dan ruang kerja bersama (Co-working Space) akan menjadi pilihan bagi mereka yang mencari fleksibilitas, sokongan bisnis dan value for money" - kata Richard Smith, CEO dari Search Office Space. Kondisi ketidakpastian lah yang telah mendorong populernya kontrak sewa berjangka pendek yang ditawarkan operator-operator coworking space dan serviced office seperti WeWork dan COCOWORK (sebelumnya EV Hive) sebagai alternatif dari sistem penyewaan tradisional yang ditawarkan oleh broker properti.

tentukan seberapa besar bisnis anda dapat berkembang

Para pebisnis sering mengambil langkah-langkah untuk mengatasi ketidakstabilan politik di suatu negara. Penskalaan bisnis dengan mengunakan ruang kantor fleksibel adalah cara yang baik untuk mengurangi risiko. Contohnya dalam kasus Brexit, "Kami menerima banyak orang asing masuk karena adanya kondisi nilai pound sterling yang melemah, dan kami memperhatikan adanya perubahan pandangan terhadap persyaratan hunian - masyarakat mencari fleksibilitas dan jangka waktu sewa yang lebih pendek." kata Jason Kow, CEO Queensgate Investment. Perusahaan tersebut telah mengamati lonjakan permintaan untuk ruang yang berjangka lebih pendek dari penyewa kantor sejak kejadian Brexit.

Mempunyai ruang kantor yang fleksibel memungkinkan bisnis-bisnis untuk menyesuaikan kebutuhan tempat dengan fluktuasi permintaan pasar serta keperluan untuk menambah atau mengecilkan tim. Sementara, ruang kantor tradisional tidak dapat memberikan fleksibilitas yang setara tanpa menimbulkan biaya tambahan untuk perusahaan dan ruang-ruang yang kosong. Bahkan perusahaan besar yang baru memasuki pasar asing sering kali memulai dengan tim yang kecil dan ditempatkan di ruang kerja bersama untuk efisiensi anggaran dan logistik. Ini juga merupakan cara yang menguntungkan untuk memasuki pasar baru tanpa memberikan banyak modal di awal.

Anggaran modal pertama yang rendah 

Mengambil kontrak sewa tradisional untuk tempat kerja selama 3 tahun membutuhkan biaya cukup besar yang dapat menyebabkan masalah arus anggaran kas yang signifikan untuk jenis usaha seperti startup dan UKM. Harga tersebut belum termasuk biaya tambahan yang berkaitan dengan sewaan kantor traditional, seperti biaya administrasi, biaya penyiapan, biaya perabotan kantor dan pemeliharaan, dll. Namun, dengan mengunakan kantor yang fleksibel, perusahaan memiliki kontrol yang lebih baik perihal durasi kontrak sewa - apakah itu selama 3 bulan atau setahun dan juga rencana angsuran pembayaran. Plus, tidak akan ada biaya deposit, dan semua biaya admin dan utilitas sudah termasuk di dalam harga sewa. Sebuah analisa yang dibuat oleh Instant Group menyatakan bahwa biaya sewa untuk kantor yang fleksibel di kota-kota maju seperti Singapura, Hong Kong, dan London lebih murah dibandingkan kantor traditional. Bahkan, dengan mengunakan ruang kerja yang fleksibel Anda dapat menghemat biaya hingga 30 persen!

Cari tahu bagaimana Anda bisa mendapatkan fleksibilitas tempat kerja terbaik  di Jakarta

Permulaan yang baik untuk masuk ke pasar asing

Di bawah kemimpinan President Jokowi, Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan dalam indeks Ease of Doing Business (EODB) secara keseluruhan yang mendaki 42 peringkat dari 114 ke 72 dalam 4 tahun terakhir. Namun, membuat bisnis di Indonesia masih merupakan proses yang cukup panjang dan rumit saat ini.
Tantangan utama meliputi; kesulitan dalam memulai bisnis, mendaftarkan properti, menegakkan kontrak, perpajakan, dan infrastruktur yang buruk - mengakibatkan peningkatan biaya transaksi dan ketidakefisienan. Menyewa ruang kantor di coworking space atau serviced office akan sangat membantu meringankan tantangan-tantangan tersebut dengan menawarkan berbagai jenis dukungan seperti legal dan marketing yang membantu bisnis untuk mulai beroperasional dan membangun hubungan dengan klien potensial. Bahkan perusahaan besar pun memilih untuk bertempat di ruang coworking terlebih dahulu. Di sebuah survei yang dilakukan oleh Regus, 66% responden menyatakan bahwa ruang kerja bersama mereka menawarkan peluang bisnis dan proyek baru.

Sekarang Ruang kantor Fleksibel lebih efisien dan murah

Konsumen mempunyai banyak sekali pilihan ketika memilih tempat kerja fleksibel untuk di sewa di daerah Jakarta.

Tren coworking di Indonesia terus meningkat terlihat dari peningkatan jumlah keanggotaan. Sebuah artikel oleh The Jakarta Post menyatakan bahwa jumlah ruang coworking telah meningkat dari hanya 45 menjadi lebih dari 200 di dalam 2 tahun terakhir, ini berita yang bagus! Lebih banyak operator coworking berarti persaingan yang lebih ketat dan harga yang lebih rendah, operator ruang kerja akan mencari cara untuk memberikan penawaran yang lebih baik dan menyeluruh dari segi pengalaman, desain, budaya dan strategi tempat kerja yang mendorong konsumen untuk menyewa tempat mereka.

lebih mudah menarik talent dan kesempatan investasi

Pada umumnya, Freelancers, startups, dan UKM mewakili sebagian besar penghuni di dalam coworking atau ruangan hybrid, perusahaan-perusahaan besar juga telah mulai untuk menyewa tempat-tempat tersebut untuk terhubung dengan komunitas yang ada, kenapa? Tempat-tempat tersebut menyediakan lingkungan yang mempunyai potensi untuk menciptakan startup 'unicorn': Uber dan Instagram termasuk salah satu dari sekian banyak perusahaan yang bermulai dari sebuah tempat coworking. Dengan menjadi member di tempat coworking, perusahaan besar punya kesempatan untuk merekrut orang-orang berbakat, menyediakan pendanaan untuk mengembangkan startup dan diwaktu yang bersamaan juga tetap waspada terhadap teknologi baru yang bisa menjadi kompetitor atau untuk diakusisi. Banyak pengusaha dan perusahaan rekrutmen yang mengikuti tren ini dan mulai menjadi salah satu konsumen ruang kerja bersama atau yang populer disebut co-working space.

Banyak sekali alasan untuk mengunakan tempat kerja yang fleksibel di Indonesia. Lihatlah beberapa kantor pribadi terbaik kami untuk disewa di Jakarta di sini. Atau hubungi Space Expert kami, Cicha untuk informasi lebih lanjut tentang ruang kerja di Jakarta!

 

Tags: Jakarta, serviced office, Indonesia, WeWork, fleksibilitas ruang kerja, Ruang Coworking, Ruang Kantor, Pilpres2019, Bisnis

Michael Wu Gunawan

Michael is the Marketing Manager for FlySpaces in Indonesia. Having lived in several countries including Singapore and United Kingdom has given him an open mind, a rich exposure of different cultures, consumers and businesses globally. He aspire to promote innovative technologies in Southeast Asia.

Comments (0)

Subscribe via e-mail

Previous

Top Events in Southeast Asia This July

Next

Top 18 Venues in Jakarta for Your Next Event